Index Artikel

Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Penerbangan. Studi Kasus : Garuda Indonesia Kelas Ekonomi



Komitmen akan kualitas pelayanan yang berorientasi pada pelanggan merupakan prasyarat utama dalam menunjang keberhasilan bisnis khususnya pada industry jasa. Pelanggan jasa terlibat langsung dalam proses produksi jasa itu sendiri. Oleh sebab itu pelanggan jasa sangat bergantung dari siapa dan bagaimana jasa tersebut diberikan. Karena keberhasilan proses produksi jasa tersebut sangat tergantung dari penilaian pelanggan maka adalah sangat penting untuk memperhatikan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan suatu jasa. Metode SERVQUAL yang dikembangkan oleh Zeithami Parasuraman dan Berry (1990) adalah salah satu metode dalam mengukur kualitas pelayanan dalam bidang jasa. Metode SERVQUAL ini membagi kualitas pelayanan ke dalam lima dimensi yakni tangibles reliability assurance responsiveness dan empathy. Kelima dimensi tersebut harus diramu dengan baik. Apabila tidak hal tersebut dapat menimbulkan kesenjangan antara perusahaan dengan pelanggan karena perbedaan persepsi mereka tentang wujud pelayanan. Parasuraman et.al juga mengindentifikan bahwa terdapat lima jenis kesenjangan (gap) yang terjadi dalam model konseptual kualitas pelayanan. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan bagaimana kualitas pelayanan jasa penerbangan Garuda Indonesia khususnya untuk kelas ekonomi dari sudut pandang pelanggan. Dengan mengacu pada Metode SERVQUAL yang dikembangkan Parasuraman et.al (1990) analisis kualitas pelayanan jasa penerbangan Garuda kelas ekonomi tersebut akan ditinjau dari dua gap yakni gap 5 dan gap 1. pdf



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
658.05 JUR
No Reg
-
Penerbit Serial Jurnal Manajemen Teknologi : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 13-23
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 2 juni-2003
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini