

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-73442">
 <titleInfo>
  <title>Hakekat Manusia dalam Kerangka Manajemen Pengetahuan dan Organisasi Belajar</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jann Hidajat Tjakraatmadja</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Jurnal Manajemen Teknologi</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-9</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Belajar dan pengetahuan telah eksis sejak manusia berada. Namun  manfaat pengetahuan bagi dunia ekonomi dan social  baru dipahami pada akhir abad 20 ini. Ini terjadi karena fenomena belajar dan karateristik pengetahuan yang bersifat virtual  agak sulit untuk difahami dan dimanfaatkan bagi aktivitas ekonomi  walaupun manfaatnya dapat dirasakan. Era pengetahuan makin memunculkan pentingnya pengetahuan bagi kesejahteraan manusia. Perusahaan-perusahaan kelas dunia  telah menunjukkan peran dan fungsi pengetahuan sebagai modal fisik yang dimilikinya mampu menciptakan nilai tambah bisnis  kekayaan bagi pemilik serta kesejahteraan bagi karyawan dan masyarakat. Pengetahuan telah menjadi asset utama untuk membangun kesejahteraan ekonomi. Organisasi belajar dan manajemen pengetahuan pada hakekatnya adalah upaya untuk revitalisasi hakekat dan kedudukan manusia (Human Center Design) dalam organisasi  sehingga terjadi proses transformasi seluruh potensi individual menjadi modal maya organisasi  untuk menghasilkan organisasi cerdas. Organisasi cerdas hanya akan tercapai jika kita bisa mendudukan manusia yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai kefilsafatan  keindahan dan keilmuan yang merupakan lambing dari moralitas kehidupan. Disamping itu  human akan mampu mengambil jarak antara dirinya dengan dirinya sendiri  serta dirinya dengan sesuatu yang berada diluar dirinya. Kesadaran akan jarak ini membuat manusia mampu melihat dirinya maupun keadaan di luar dirinya  sehingga ia akan mampu berkembang menjadi manusia yang intelek dan bermoral. Manusia seperti ini akan memiliki potensi dirinya  sehingga ia akan mampu berkembang menjadi manusia yang intelek dan bermoral. Manusia seperti ini akan memiliki potensi yang sangat hebat dan tidak terbatas. Mereka akan menjadi bibit unggul  karena memiliki kompetensi intelektual  potensi etika dan potensi social yang sangat dibutuhkan untuk membangun modal maya organisasi.       PDF</note>
 <subject authority="">
  <topic>MANAJEMEN PENGETAHUAN -- ORGANISASI BELAJAR</topic>
 </subject>
 <classification>658.05 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-73442</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-04-22 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-22 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>