

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-73611">
 <titleInfo>
  <title>Persilangan Interspesifik Ipomoea batatas (L.) Lam. Dengan I. trifida (H.B.K) G. Don. Berumbi Asal Citatah, Jawa Barat = Interspecific Crossing between Ipomoea batatas (L.) Lam. and The Tubered-Bearing I. trifida (H.B.K.) G. Don. Originated from Citata</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tia Setiawati dkk</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Buletin Kebun Raya : The Botanic Garden Bulletin</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 11-20</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ipomoea trifida   merupakan kerabat liar ubi jalar (I. batatas) yang sangat berpotensi sebagai sumber gen dalam pemuliaan untuk memperbaiki karakter daya hasil  kadar bahan kering  pati  protein  ketahanan terhadap hama  dan penyakit tertentu. Persilangan interspesifik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keragaman genetik dalam program pemuliaan tanaman  sehingga kajian mengenai persilangan interspesifik antara   I. batatasdengan   I. trifida   menjadi sangat penting dilakukan. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat kompatibilitas persilangan interspesifik   Ipomoea batatas   dengan kerabat liarnya   I. trifida   berumbi. Tetua betina yang digunakan adalah dua aksesi   I. batatas   yaitu aksesi 206 (cv. Cilembu) dan aksesi 217 (cv. eks-Jepang)  sedangkan sebagai tetua jantan digunakan   I. trifida   berumbi aksesi    99 asal Citatah  Jawa Barat. Persilangan dilakukan pagi hari setelah dilakukan emaskulasi pada kuncup bunga sehari sebelumnya. Pengamatan dilakukan 25 hari setelah persilangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan interspesifik   I. batatas   tetraploid (2n 4x 60) aksesi 206    (cv. Cilembu) dan aksesi 217 (eks Jepang) dengan kerabat liar   I. trifida   diploid (2n 2x 30) aksesi 99  memiliki tingkat keberhasilan yang rendah dengan persentase daya silang berturut-turut 6 67 % dan 9 76 % untuk kombinasi persilangan 206 x 99 dan 217 x 99  tingkat keguguran buah mencapai 93 33% dan 90 24%  jumlah biji yang dihasilkan sebanyak 12 dan 35 butir dengan daya kecambah berturut-turut 25% dan 17 14%. Hasil analisis kromosom F1   menunjukkan semua tanaman F1   bersifat triploid dengan jumlah kromosom 45 (2n 3x 45).</note>
 <subject authority="">
  <topic>UBI JALAR, PERSILANGAN</topic>
 </subject>
 <classification>581.905 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-73611</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-06 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-06 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>