

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-73739">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Pengaturan Internasional Tentang &quot;Prinsip Maksud Damai&quot; Dan Bentuk Penerapannya Dalam Kegiatan Antariksa [Analysis of International Regulatory On &quot;Principles of Peaceful Purposes And Its Implementation in Space Activities]</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nessia Marga Leta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Analisis dan Informasi Kedirgantaraan = Journal of Aerospace Analysis and Information</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 71-92</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Teknologi antariksa dapat digunakan untuk kepentingan militer dan sipil (dual uses). Kepentingan sipil dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan komersial dan kepentingan militer ditujukan untuk kegiatan sistem persenjataan. Beberapa perjanjian internasional yang mengatur penggunaan persenjataan militer belum memberikan pengertian yang jelas terhadap prinsip maksud damai di antariksa  termasuk juga dalam Space Treaty 1967 yang belum memberikan batasan yang tegas tentang definisi peaceful purposes sehingga menimbulkan berbagai kerancuan dalam praktek. Amerika lebih cenderung mengartikan istilah peaceful purposes sebagai suatu tindakan yang non-aggressive sedangkan Rusia dan beberapa negara berkembang lainnya lebih cenderung mendefinisikan istilah peaceful purposes dengan non-military. Selain itu prinsip maksud damai  di dalam pelaksanaannya  muncul kesulitan baru terkait dengan barang-barang teknologi keantariksaan yang bersifat guna ganda (dual uses). Tulisan ini dengan menggunakan metode deskriptif normatif akan menjelaskan suatu analisis tentang peraturan dan kebijakan internasional yang mengatur terhadap prinsip tujuan damai di antariksa dikaitkan dengan praktek-praktek negara yang beragam  serta persoalan dan upaya yang dibutuhkan untuk pengaturan lebih lanjut.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. ANTARIKSA - HUKUM INTERNASIONAL&#13;2. ANTARIKSA, AKTIVITAS</topic>
 </subject>
 <classification>629.13 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-73739</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-16 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-16 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>