

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-80212">
 <titleInfo>
  <title>EKOLOGI DAN RANAH BAHASA:</title>
  <subTitle>KOMPARASI KEBERTAHANAN BAHASA SASAK DAN BAHASA BAJO DI LOMBOK</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart> Khirjan Nahdi, Usuluddin Usuluddin, Moh. Irfan, Lalu Mas’ud</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Gramatika STKIP PGRI Sumatera Barat</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman:  17 - 30</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pilihan bahasa Sasak dan Bajo oleh penuturnya masing-masing serta memetakan tren ekologi darat dan laut di keduanya. Ekologi bahasa menjadi acuan pemikiran penelitian ini  mengingat ekologi bahasa berkaitan dengan pemikiran penutur bahasa dan konteks penggunaan bahasa. Selain konsep ekologi bahasa  konsep dan kajian tentang kelangsungan hidup bahasa dalam beberapa konteks penggunaan bahasa menjadi acuan penelitian ini. Melalui metode survei partisipatif dan analisis isi ditemukan bahwa bahasa Bajo lebih konsisten dalam ranah komunikasi daripada bahasa Sasak. Kondisi ini dibuktikan dengan porsi penggunaan bahasa Bajo yang selalu lebih dominan di semua ranah dibandingkan dengan bahasa lain. Kedua fenomena di atas menunjukkan bahwa ekologi laut sangat strategis dalam mendukung kelangsungan hidup bahasa Bajo dalam ranah komunikasi penuturnya. Di sisi lain  ekologi terestrial dengan berbagai dinamikanya menyebabkan inkonsistensi penutur bahasa Sasak untuk mempertahankan bahasa Sasak di beberapa ranah.  PDF</note>
 <subject authority="">
  <topic>BAHASA INDONESIA - BAHASA LOMBOK</topic>
 </subject>
 <classification>499.22107</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-80212</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>