

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-80214">
 <titleInfo>
  <title>UNGKAPAN MAKIAN SEBAGAI ALAT BUKTI INVESTIGASI TINDAK KEJAHATAN VERBAL KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK BERBASIS SEMANTIK DAN PRAGMATIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart> Erwita Nurdiyanto, Gita Anggria Resticka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Gramatika STKIP PGRI Sumatera Barat</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman:  43 - 56</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Forensik linguistik merupakan salah satu cabang ilmu linguistik terapan yang berkaitan dengan hukum yaitu bahasa sebagai alat bukti dalam perkara perdata atau. Salah satu bentuk fenomena kebahasaan yang digunakan sebagai alat penyidikan alat bukti kejahatan verbal adalah penggunaan kata makian. Penggunaan kata makian merupakan salah satu bukti kebahasaan yang dapat memiliki arti yang berbeda tergantung konteks yang melatarbelakanginya. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi teks kebahasaan yang mengandung kata yang berpotensi mempengaruhi hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tersirat dari kata tersebut dan mendeskripsikan penggunaan konotasi negatif yang dapat menimbulkan konflik dan kasus hukum. Metode pendekatan linguistik forensik adalah metode penerapan bahasa yang dapat memecahkan masalah berbasis bahasa dalam berbagai konteks hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa linguistik forensik pada analisis struktur kebahasaan frasa secara semantik  pragmatis dan analisis wacana yang berkaitan dengan teks hukum dapat dimanfaatkan oleh hakim atau polisi untuk mengungkap kebenaran dan mengetahui pelanggaran. kejahatan verbal seperti ujaran kebencian  penghinaan  atau pencemaran nama baik.  PDF</note>
 <subject authority="">
  <topic>BAHASA INDONESIA - SEMANTIK</topic>
 </subject>
 <classification>499.22107</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-80214</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>