

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-80256">
 <titleInfo>
  <title>Persepsi sarjana multibahasa Indonesia tentang penyusunan dan penerbitan naskah penelitian di jurnal internasional</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart> Zifirdaus Adnan, Safnil Arsyad, Bambang Kaswanti Purwo, Katharina Endriati Sukamto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial SIELE : Studies in English language and Education, Universitas Syah Kuala</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman:  65-83</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ada banyak minat dalam isu-isu sarjana multibahasa (selanjutnya  MLS) dalam mencoba untuk mendapatkan publikasi di jurnal bahasa Inggris arus utama internasional (IEJs). Namun  sedikit penelitian telah dipublikasikan tentang pengalaman MLS menggunakan perspektif mereka  terutama bagaimana mereka memandang kompetensi mereka (pengetahuan dan keterampilan) untuk mempublikasikan penelitian mereka secara internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisi kesenjangan ini dengan menyelidiki apa yang mereka anggap sebagai faktor yang menghambat mereka dari penerbitan di IEJs. Penelitian ini terutama menggunakan metode kuantitatif  namun hasilnya dilengkapi dengan wawancara dan diskusi kelompok terfokus dengan beberapa peserta survei. Alat Principal Component Analysis (PCA) dari program statistik SPSS digunakan untuk melakukan dua tingkat analisis  PCA dan Confirmation Factorial Analysis (CFA). Temuan kuncinya adalah bahwa faktor yang paling kritis bagi peserta bukanlah kekurangan dana seperti yang banyak dilaporkan dalam banyak penelitian sebelumnya  tetapi kurangnya kompetensi untuk menghadapi tantangan mempersiapkan dan menerbitkan artikel penelitian (RA) di IEJ  yang telah melemahkan diri sendiri. -kepercayaan diri. Rendahnya kepercayaan diri dan dua solusi  yang disarankan oleh para peserta  secara implisit mengkonfirmasi temuan kunci. Para peserta menyadari berbagai manfaat publikasi artikel penelitian di IEJs  tetapi mereka tidak cukup kuat untuk mengatasi faktor kritis. Implikasinya adalah bahwa pembuat kebijakan harus mempertimbangkan untuk memberikan pelatihan reguler bagi staf dengan praktik dan umpan balik yang memadai dan memperkenalkan subjek tersebut kepada mahasiswa sarjana atau  setidaknya  mahasiswa MA sebelum mereka memulai proyek penelitian mereka  PDF</note>
 <subject authority="">
  <topic>PENERBITAN - JURNAL</topic>
 </subject>
 <classification>428</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-80256</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-27 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-27 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>