Index Artikel

Tes berisiko tinggi dan peran guru bahasa Inggris sebagai pengembang materi: Wawasan dari sekolah menengah kejuruan



Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Indonesia di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dianggap sebagai ujian yang berisiko tinggi dan mempengaruhi praktik guru khususnya di lingkungan kejuruan. Sebagai pengembang materi guru bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk mengembangkan materi yang sesuai dan sesuai dengan kebutuhan spesifik siswa. Ketidaksesuaian materi PA yang ditetapkan pemerintah dengan kebutuhan siswa SMK membuat para guru dilema. Para guru harus menghadapi tekanan dari NE dan peran mereka sebagai pengembang materi. Artikel ini mencoba mengungkap bagaimana pengujian berisiko tinggi berdampak pada peran mereka sebagai pengembang materi terutama dengan tidak adanya materi yang ditentukan secara khusus untuk siswa VHS. Desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini dengan 31 peserta guru bahasa Inggris dari sembilan SMK Negeri di Pontianak Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Hasilnya mengungkapkan bahwa peran guru sebagai pengembang materi entah bagaimana menjadi berkurang karena kehadiran NE sebagai ujian berisiko tinggi dalam proses pembelajaran terutama di SMK. Kondisi ini sangat merugikan bagi pengembangan profesional guru karena perannya sebagai pengembang materi terbatas bahkan kurang berkembang. Dengan dibatalkannya NE pada akhir tahun ini diharapkan para guru dapat memainkan perannya sebagai pengembang materi dan melakukan evaluasi berdasarkan keahlian khusus siswa. PDF



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
428
No Reg
-
Penerbit Bagian Serial SIELE : Studies in English language and Education, Universitas Syah Kuala : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 115-130
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 8 Juni-2021
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini