Index Artikel

Potential of Indonesian indigenous bacteria in degrading carbofuran  



Pestisida berperan penting dalam membunuh hama baik serangga jamur maupun gulma. Penggunaan pestisida berbahan aktif di lingkungan dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya pencemaran. Penggunaan karbofuran dapat menyebabkan pencemaran tanah air udara dan juga satwa liar. Bioremediasi merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida. Bioremediasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan isolat bakteri asli Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pertumbuhan optimal isolat bakteri tahan karbofuran pengaruh penambahan berbagai konsentrasi karbofuran terhadap pertumbuhan isolat bakteri dan kemampuannya mendegradasi karbofuran. Bakteri indigenus yang diteliti adalah isolat bakteri resisten karbofuran dari koleksi Pusat Teknologi Lingkungan (PTL). Pertumbuhan bakteri diukur menggunakan spektrofotometer panjang gelombang 600 nm. Konsentrasi karbofuran yang digunakan adalah 100 500 dan 1000 ppm. Kemampuan degradasi karbofuran diukur menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai konsentrasi karbofuran berpengaruh terhadap pertumbuhan isolat bakteri dengan menurunkan kepadatan sel. Pertumbuhan isolat R2 BN5.2 dan BN5.3 paling baik pada media yang mengandung karbofuran 500 ppm sedangkan pertumbuhan isolat R1 R3.2 R3.3 BN2.3 BN5.1 dan C paling baik pada media yang mengandung 1000 ppm. Isolat bakteri R2 dan R3.3 mampu mendegradasi karbofuran masing-masing sebesar 68 47% dan 66 68% selama 3 hari.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
570 JUR
No Reg
-
Penerbit serial Jurnal Biologi Udayana : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 66-72
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 26 Juni-2022
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini