

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-87125">
 <titleInfo>
  <title>Kinerja Ketidakberaturan Kekakuan Struktur Menggunakan Metode DDBD dan CSM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Ika Nurelisa 2. Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Media Komunikasi Teknik Sipil - Journals BMPTTSSI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 128-136</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsep perencanaan bangunan tahan gempa saat ini mengarah pada konsep desain berbasis kinerja. Pada penelitian ini digunakan metode direct displacement based design (DDBD) untuk merancang beban gempa dan metode capacity spectrum (CSM) untuk menentukan tingkat kinerja bangunan menggunakan analisis pushover. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan kinerja bangunan beraturan dengan bangunan yang memiliki kekakuan tingkat lunak tidak beraturan. Bangunan yang akan diulas dalam penelitian ini terdiri dari 3 variasi bangunan dengan total 8 lantai. Variasi A bangunan beraturan  Variasi B bangunan dengan ketidakteraturan kekakuan tingkat lunak pada lantai 1  dan Variasi C bangunan dengan ketidakteraturan kekakuan tingkat lunak pada lantai 5. Nilai perpindahan maksimum terjadi pada Variasi C  arah X sebesar 0 281m dan arah Y sebesar 0 304m. Mekanisme terjadinya sambungan plastis pada variasi A  B  dan C sesuai dengan konsep desain balok lemah kolom kekuatan. Keruntuhan paling awal terjadi pada bangunan Variasi B dan yang terakhir terjadi pada bangunan Variasi A. Kinerja struktur variasi A  B  dan C menggunakan metode CSM berada pada level Damage Control.  PDF</note>
 <subject authority="">
  <topic>TEKNIK SIPIL - BANGUNAN, PERENCANAAN</topic>
 </subject>
 <classification>620 MED</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-87125</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>