

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-87130">
 <titleInfo>
  <title>Pemodelan Numerik Aliran Angin di Sekitar Gedung Tinggi Menggunakan Metode RANS Standard K-&amp;epsilon; dengan Program OpenFOAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Yongky Sanjaya 2. Doni Priambodo 3. Prasanti Widyasih Sarli, dkk.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Media Komunikasi Teknik Sipil - Journals BMPTTSSI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 153-160</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beban angin yang diperkuat di sekitar bangunan dapat menyebabkan kegagalan struktural  sehingga penting untuk memahami perilaku aliran fluida antar bangunan. Pada penelitian ini  analisis dilakukan dengan menggunakan RANS  sebuah simulasi komputasi fluid dynamics (CFD) dengan waktu komputasi yang lebih cepat dibandingkan dengan metode lainnya. OpenFOAM  perangkat lunak sumber terbuka  digunakan untuk menjalankan simulasi. Penelitian ini menggunakan struktur mesh dengan model turbulensi standar RANS k  minus   epsilon . Empat bangunan simetris dengan skala 1 420 digunakan sebagai model penelitian ini. Pemodelan numerik dari ukuran domain komputasi yang berbeda dan derajat kehalusan meshing yang berbeda disimulasikan untuk menentukan margin kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan domain komputasi berpengaruh signifikan terhadap analisis CFD dalam menurunkan nilai error pada area dengan rasio kecepatan aliran tinggi (U/U0  gt  1) hingga mencapai batas error yang dapat diterima. Sebaliknya  perubahan derajat kehalusan meshing tidak memberikan perubahan nilai error yang signifikan. Meshing yang relatif kasar dengan waktu komputasi yang cepat dapat memberikan hasil yang serupa dengan model fine meshing dengan waktu komputasi yang lebih lama.  PDF</note>
 <subject authority="">
  <topic>TEKNIK SIPIL - BANGUNAN - DAERAH ALIRAN SUNGAI</topic>
 </subject>
 <classification>620 MED</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-87130</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>