

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-91625">
 <titleInfo>
  <title>Peran Ganda Jurnalis dan Penyimpangan Kode Etik Jurnalistik &#13;
&amp;nbsp;</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart> Agung Priyo Wicaksono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial REKAM : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman:  59-70</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyebab Peran Ganda Jurnalis Dan Penyimpangan Kode Etik Jurnalistik. Pesatnya kemajuan teknologi dan komunikasi berpengaruh besar bagi kematian media konvensional. Keadaan ini memaksa media untuk membebani jurnalis dengan peran ganda agar dapat menghidupi media. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab peran ganda di kalangan jurnalis. Penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian diperoleh melalui Focus Group Discussion dan wawancara mendalam dengan tujuh orang jurnalis dari berbagai media di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan tiga poin penting. Pertama  peran ganda terjadi karena persaingan media yang begitu ketat. Persaingan media membuat media konvensional kehilangan kue iklan sehingga memaksa perusahaan untuk memberikan peran ganda kepada jurnalis. Kedua  peran ganda terjadi karena upah rendah yang diperoleh jurnalis. Keadaan ini membuat jurnalis terpaksa menjalankan praktik peran ganda guna mendapatkan upah yang sesuai. Ketiga  peran ganda terjadi karena pola rekrutmen jurnalis yang berorientasi pada pasar bukan pada kompetensi jurnalis.     </note>
 <subject authority="">
  <topic>ETIK - JURNALISTIK</topic>
 </subject>
 <classification>006 REK</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-91625</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-05 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-05 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>