

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-93273">
 <titleInfo>
  <title>Dampak Redistribusi Tanah Terhadap Penghidupan Masyarakat di Kawasan Fora 2 (Ternate) Maluku Utara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi Gafuraningtyas; Nurasih Setiatin; Tommy Anggrivianto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Majalah Geografi Indonesia: UGM</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 16-24</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak Reforma agraria  atau land reform plus  adalah konsep yang bertujuan untuk mengubah struktur kepemilikan dan penggunaan tanah demi mengurangi ketimpangan kepemilikan dan ketidakadilan di sektor pertanian. Di Kelurahan Foramadiahi  Ternate  Provinsi Maluku Utara sudah dilakukan bagian dari reforma agraria yakni redistribusi tanah hasil pelepasan kawasan hutan berdasarkan Surat Keputusan Pelepasan Kawasan Hutan Nomor 1001/MENLHK/SEKJEN/PLA.2/11/2019 di tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak reforma agraria  khususnya redistribusi tanah  terhadap kehidupan masyarakat di Kawasan Fora 2  Kelurahan Foramadiahi setelah 2 (dua) tahun pelaksanaan program tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan mewawancarai 42 subjek penerima Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)  penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian kepastian hukum terhadap tanah yang sebelumnya tidak dimiliki telah memberikan kepuasan kepada masyarakat. Meskipun demikian  dampak ekonominya belum signifikan dirasakan oleh masyarakat. Pengakuan hukum atas kepemilikan tanah secara efektif telah mencegah praktik penyerobotan lahan  munculnya mafia tanah  dan mengurangi masalah-masalah pertanahan lainnya di lokasi penelitian. Namun  kendala utama terletak pada kurangnya pendampingan dalam pengelolaan hasil pertanian  yang menjadi faktor penghambat peningkatan nilai tambah produk pertanian. Diharapkan bahwa rencana pemberian penataan akses di tahun 2023  serta pendampingan dalam pengelolaan pertanian  akan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat Kawasan Fora 2 di masa mendatang.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. REDISTRIBUSI TANAH&#13;2. LAND REDISTRIBUTION</topic>
 </subject>
 <classification>910.5 MAJ</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-93273</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-06 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-06 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>