

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-94600">
 <titleInfo>
  <title>UJI ANTIBIOSIS Bacillus sp. TERHADAP Fusarium oxysporum f.sp. cepae PATOGEN LAYU FUSARIUM BAWANG MERAH SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Prihatiningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial AGRIN - Jurnal Penelitian Pertanian</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 37-38</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstract    Fusarium oxysporum f. sp. cepae merupakan patogen layu fusarium atau moler pada bawang merah. Pengendalian menggunakan agen hayati seperti Bacillus sp. merupakan suatu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan. Bacillus sp. memiliki mekanisme pengendalian seperti antibiosis  kompetisi dan penginduksi ketahanan tanaman sistemik. Metabolit sekunder yang dihasilkan Bacillus sp. menunjukan aktivitas anti bakteri dan anti jamur.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Bacillus sp. isolat rizosfer bawang merah untuk mengendalikan Fusarium oxysporum f.sp. cepae secara in vitro.    Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan dan empat ulangan dengan metode biakan ganda.    Perlakuanya yaitu K0 (kontrol)  BM1     BM2  BM3 dan BM4. Potongan miselium F. oxysporum f.sp. cepae diletakan pada medium PDA  satu hari kemudian dengan jarak 3 cm digoreskan bakteri Bacillus sp. Variabel yang diamati yakni persentase daya hambat dan mekanisme penghambatan terhadap jamur F.oxysporum f.sp. cepae pada uji daya hambat secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukan keempat isolat Bacillus sp. rizosfer bawang merah menunjukan adanya zona hambat yang terbentuk. Persentase daya hambat yang ditunjukkan    bervariasi  dengan perlakuan Bacillus sp isolat 3 (BM3) tertinggi sebesar 11 41% dan perlakuan Bacillus sp. isolat 2 (BM2) menunjukan persentase daya hambat terendah yakni 9 39%. Pengamatan secara mikroskopis menunjukan pertumbuhan hifa F. oxysporum tidak normal  yaitu terjadi pembengkakan     lisis dan mengerut. Abnormalitas yang ditunjukan akibat adanya mekanisme antibiosis yang merupakan salah satu mekanisme pengendalian dari Bacillus sp.         </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. FUSARIUM OXYSPORUM - PATOGEN LAYU - UJI ANTIBIOSIS</topic>
 </subject>
 <classification>630 AGR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-94600</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>